21 Oktober, 2010

MEMBUKA PINTU RIZKI


MEMBUKA PINTU RIZKI

السـلام عليكم ورحمة اللـه وبر كـاته


ان الحـمد للـه نحـمده ونستعـينه ونستغفـره ونعوذ باللـه من شـرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده اللـه فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له, وأشهد أن لا اله الا اللـه وأشهد أن محمدا عبده ورسـوله. اللـهم صـل على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم باءحسان الى يوم الدين.



Hadirin yang dirahmati Allah swt. Ada beberala hal yang harus kita lakukan jika kita ingin dibukakan rizki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diantaranya adalah ;

1.Tidak Meninggalkan Ibadah kepada Allah

ان اللـه تعلى يقـول ياابن ادم تفرغ لعبادتى أملأ صدرك غنى وأسد فقرك والا تفعل ملأت يديك شغلا ولم أسد فقرك.

" Sesungguhnya Allah swt berfirman, ' Wahai anak Adam !, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan esibukan dan tidak aku penuhi kebutuhanmu'". ( HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah).
Tanpa disadari bahwa orang-orang yang rajin beribadah akan mendapatkan ketenangan didalam hidupnya dan Allah akan memberikan rizki dari banyak pintu. Namun sebaliknya, manusia banyak yang melupakan ibadah kepada Allah swt dengan alasan sibuk dalam mengurusi persoalan ekonomi, politik, sosian dan lain sebagainya.

2.Menta'ati Perintahnya dan Menjauhi larangannya (bertaqwa)

" Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". ( QS. At-Thalaq: 2-3).


Ayat di atas sudah sangat jelas bahwa Allah swt akan memberikan rizki yang tanpa disangka-sangka bagi hamba yang menta'ati segala perintahnya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

3.Meperbanyak Membaca Istighfar

" Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh: 10-12).

Dari ayat di atas Allah swt menjelaskan bahwa membaca istghfar bukan hanya sekedar memintak ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa, melainkan juga sebai media untuk memudahkan mencari rizki atau dibukanya pintu rizki. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw.

من لزم الا سـتغفار جعل اللـه له من كل ضـيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حـيث لايحتسـب


" barang siapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah swt), niscaya Allah menggantikan setiap kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan dan Allah akan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka". ( HR. Abu Dawud).


4.Memperbanyak Shadaqah

" Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.". ( QS. Saba': 39).


Secara matematis, bahwa jika kita mengeluarkan barang yang kita miliki, maka akan berkuranglah barang kita sesuai dengan yang kita keluarkan. Namun lain halnya dengan kita shadaqah atau menafkahkan sebagaian harta kita, maka Allah swt akan menggantinya dengan yang lebih banyak. Jika tidak percaya mari kita buktikan !.



5.Membantu yang Lemah

ابتغـونى الضعيـف فانكم انما ترزقون وتنصرون بضـعفائكم

" Bantulah orang-orang yang lemah, karena kalian diberi rizki dan ditolong lantaran orang-orang lemah diantara kalian". (HR. Muslim, An-Nasa'i).

Sebagai umat Islam kita diperintahkan agar senantiasa menolong kepada saudara-saudara kita yang lemah. Jika kita senantiasa memberikan pertolongan kepada yang lemah, niscaya Allah akan menolong kita dari segala kesulitan.
Seorang Musl;im masih dikatakan sebagai pendusta agama jika tidak peduli terhadap orang-orang miskin dan anak yatim. Sebagaimana firmany-Nya:


" Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.". ( QS. Al-Ma'un: 1-3)

6.Menjaga Hubungan Persaudaraan (silaturrahim)

من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأله في أثره فليصـل رحمه

" Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknyalah ia menyambung silaturrahim". (HR. Bukhari).

Ditengah-tengah kesibukan dan sulitnya ekonomi pada akhir-akhir ini, banyak orang-orang yang tidak menyempatkan untuk saling mengunjungi saudaranya (silaturrahim). Padahal dalam hadits di atas Allah swt menjelaskan bahwa Allah akan melapangkan rizki dan memanjangkan umurnya bagi hambanya yang suka bersilaturrahmi.

7.Menyerahkan diri kepada Allah atas hasil usaha yang dilakukan (tawakal)

لو أنكم تتـوكلون على اللـه حق توكلـه لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا

" Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". ( HR. Ahmad, Tirmidzi).

Dalam Hadits di atas, Allah swt menggambarkan orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah swt atas usaha yang telah dilakukan, maka Allah akan melapangkan rizkinya sebagaimana burung-burung yang ketika pagi hari berangkat dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang.

8.Hijrah di jalan Allah swt.

" Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ( QS. An-Nisa': 100).

Jika kita menghadapi kesulitan disuatu tempat, maka kita hendaknya mencari kemudahan ditempat yang lain. Insya-Allah, Allah akan membukakan pintu-pintu kemudahan bagi kita.

Semoga Allah swt senantiasa memberikan petunjuk kejalan yang benar serta membukakan pintu-pintu rizki kepada kita semua.


والسـلام عليكم ورحمة اللـه وبر كـاته



E-Mail : ididarusman_78@yahoo.comPhone : +6281586473078Jadilah Guru bagi diri sendiri sebelum menjadi guru bagi orang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, ga dosa kok..!