15 Maret, 2011

Untuk Direnungkan

من اراد زدآ.......... فالتقوى تكفيه

ومن اراد عزآ........ فالاسلام تكفيه
ومن اراد عدلآ........ فحكم الله يكفيه
ومن اراد جليسآ........ فالقرأن يكفيه

ومن اراد واعظآ........ فلموت يكفيه
ومن اراد غنى........... فالقناعة تكفيه
ومن اراد زينة ............ فالعلم يكفيه

ومن اراد جمالآ ......... فالاخلاق تكفيه
ومن اراد راحة ........ ..فالاخرة تكفيه

ومن لا يكفيه كل ذلك فان النار تكفيه



v Barang siapa menghendaki bekal , maka taqwa cukup baginya

v Barang siapa meghendaki kemuliaan , maka Islam cukup baginya

v Banrang siapa menghendaki keadilan , maka hukum Allah cukup baginya

v Banrang siapa menghendaki teman duduk , maka al- Qur’an cukup baginya

v Barang siapa menghendaki nasehat , maka kematian cukup baginya

v Barang siapa menghendaki kekayaan , maka Qona’ah cukup baginya

v Barang siapa menghendaki hiasan, maka ilmu cukup baginya

v Barang siapa menghendaki kecantikan, maka akhlaq mulia cukup baginya

v Barang siapa menghendaki istirahat , maka hari akhir cukup baginya

v Dan barang siapa tidak cukup itu semua , maka sesungguhnya neraka adalah cukup baginya

E-Mail : ididarusman_78@yahoo.comPhone : +6281586473078Jadilah Guru bagi diri sendiri sebelum menjadi guru bagi orang lain

13 Maret, 2011

Semakin banyak berbagi semakin banyak menerima ...


Tahun lalu ketika saya belajar dari seorang guru, pada awalnya saya sedikit ragu dengan hukum tabur tuai yang beliau ajarkan. Dimana beliau mengatakan, Semakin banyak kita menabur kebaikan maka semakin banyak kita menuai kebaikan. Walaupun kita tidak selalu menuai kebaikan dari orang yang sama. Begitu juga ketika kita menabur kejahatan maka suatu saat pula kita akan menuai hasil kejahatan kita

Setelah saya renungkan,. ternyata hukum tabur tuai seperti halnya hukum aksi-reaksinya newton. Dimana aksi = -reaksi. Minus bukan berarti hasilnya negatif, melainkan menentukan arah dari reaksi tersebut. Ketika aksi adalah proses pemberian kita kepada orang lain, maka reaksi berlawanan arah dari orang lain kepada kita. Semakin banyak kita berbagi semakin banyak kita memberi maka semakin banyak kita menerima dan semakin banyak kita menuai hasil berbagi kita.

Salah satu hal yang membuat saya semakin meyakini prinsip tabur tuai ini ketika melakukan perjalanan ke yogyakarta, tak disangka, Tuhan mempertemukan saya kepada seorang tukang sulap jalanan yang mengasong di terminal. Dengan bahagia saya membeli beberapa alat sulap dengan harga sangat miring dibandingkan dengan harga di toko sulap manapun yang saya temui di jakarta. Kualitas sama namun harga berbeda. Sebab maklum saja segmen pasarnya pun juga berbeda. Yang saya salut dari pesulap itu adalah kebaikannya untuk berbagi. Walau saya membeli alat kurang dari 10rb, beliau dengan kerendah hatinya malah berbagi banyak teknik sulap baru kepada saya. Sebagai balasannnya saya pun berbagi beberapa teknik sulap yang beliau belum ketahui.

Alhamdulilah, dimana ada suatu niatan kita untuk berbagi, ternyata Tuhan pun akan membalas kebaikan dan serta proses berbagi yang telah kita lakukan. Seperti halnya prinsip sedekah, saya semakin meyakini hukum tabur tuai yang pernah diajarkan oleh guru saya tersebut. Semakin banyak kita melayani semakin banyak kita mendapatkan rizki.

Seandainya saya tidak memiliki niat untuk berbagi, mungkin saya juga tidak pernah bertemu dengan pesulap yang malah menjadi guru serta sumberi rizki saya di hari ini.

Mari kita berbagi kebaikan di hari ini kepada siapa saja yang kita temui. Dan yakinilah bahwa suatu saat kita akan menuai/menerima kebaikan yang telah kita jalani


E-Mail : ididarusman_78@yahoo.comPhone : +6281586473078Jadilah Guru bagi diri sendiri sebelum menjadi guru bagi orang lain