18 Oktober, 2012
4 MALAIKAT YANG MENDATANGI ORANG SAKIT
Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Tulisan pendek ini membuktikan bahwa sakit itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah ﷺ tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Subhanallaah … subhanallaah … !!
“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau penyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan dijadikan penebus dosanya oleh Allah. (HR Bukhari-Muslim)
16 Oktober, 2012
Si Uban
UBAN adalah sosok pengingat yang terpercaya, yang mengabarkan kepadakita tentang orang-orang di baliknya. Ia mengajak kita untuk melakukan persiapan dan memiliki bekal yang cukup karena kepergian sudah dekat dan perjalanan hidup hampir usai. Uban adalah pembatas antara kesungguhan dan main-main. Ia adalah garis pemisah antara kebodohan dan ketenangan, kelalaian dan kesadaran, kecerobohan dan impian.
Uban adalah seorang penasihat yang berkata kepada Anda, “Wahai orang tua, telah usai masa kegilaan dan permainan.”
Uban adalah delegasi kematian bagi kehidupan, yang ditulis dalam buku kebinasaan dan dicap dengan stempel perpisahan. Ia adalah telegram tercepat yang mencakup segala sesuatu. Jika sesuatu itu sempurna maka akan berkurang dengan adanya uban. Mulai dari bunga yang segar hingga layu, dari terbitnya matahari sampai terbenam, dan dari setiap permulaan hingga akhir.
Allah telah memberikan rahmat kepada si uban. Ia telah menyadarkan kita dari tidur kita, mengingatkan kita dari kelalaian hawa nafsu, dan mengembalikan kita dari angkuhnya kesombongan.
Allah telah memberikan ampunan kepada si uban. Kita telah memakai pakaian malu setelah berpakaian lalai, dan kita bermahkota ketenangan setelah memakai sorban ketergesa-gesaan.
Karena uban, Allah telah memberikan pahala berupa berbagai kebaikan kepada kita. Ia menasihati kita dari masa muda karena ia telah mewanti-wanti kita dari kemaksiatan, mengingatkan kita dari dosa, menjauhkan kita dari jalan setan, dan memperingatkan kita dari kebinasaan.
Uban adalah pakaian keagungan, lencana keluhuran, dan selempang kehormatan. Di samping itu, uban adalah daftar pengujian, inspirasi para generasi, dan buku riwayat perjalanan hidup.
Selamat dating wahai uban, sesungguhnya Allah malu menyiksa orang muslim yang memiliki uban –orang yang sadar atas masa tuanya, dan menghiasi sisi hidupnya dengan ketakwaan.
Cukuplah seseorang dengan keagungan Islam, dan uban sebagai pengingat dari kemaksiatan.
Demikian nasihat Dr. AIdh al-Qarni bagi kaum muslimin.
15 Oktober, 2012
NENEK SI PEMUNGUT DAUN
Alkisah pada sebuah kota d Pulau Madura, tersebutlah seorang nenek yang kesehariannya bekerja sebagai
menjual bunga cempaka di sebuah pasar.
Seperti kebiasaan setiap harinya usai berjualan, sang nenek selalu menyempa kan diri mampir ke Masjid Agung yang terdapat di kota itu dengan berjalan kaki walau jaraknya cukup jauh.
Ia kemudian berwudhu, masuk ke Masjid, dan melakukan shalat dhuhur.
Setelah berdzikir dan berdoa sekedarnya, ia segera keluar dari Masjid dan membungkuk-bungkukkan badannya di halaman Masjid. Untuk apa? Si nenek dengan sabarnya memunguti serta mengumpulkan daun-daun yang berserakan di halaman Masjid tersebut.
Selembar demi lembaran daun dikaisnya. Tak satu lembar daunpun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama sang nenek membersihkan halaman Masjid dengan cara seperti itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh panas menyengat, hingga keringat pun jadi membasahi sekujur tubuhnya.
Banyak jemaah Masjid yang jatuh iba kepadanya.
Sehingga suatu hari Ta'mir Masjid memutuskan untuk membersihkan sendiri dedaunan itu sebelum si nenek tersebut datang.
Pada suatu hari, seperti biasanya sang nenek datang dan langsung masuk Masjid.
Berwudhu' dan dilanjutkan Shalat. Usai shalat, ketika ia hendak melakukan kebiasaan rutinnya, betapa terkejutnya ia. Sebab tak ada satu lembarpun daun yang berserakan disana. Ia kembali lagi ke Masjid dan menangis dengan sesenggukan di hadapan jamaah. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah dibersihkan sebelum kedatangannya.
Para jemaah mencoba menjelaskan bahwa mereka merasa kasihan kepadanya sehingga mereka mendahului membersihkan sebelum kedatangan si nenek.
"Jika kalian kasihan kepada saya, berikan kesempatan kepada saya untuk membersihkannya! Biarkan saya yang akan membersihkan" pinta nenek tersebut.
Singkat cerita, akhirnya sang nenek dibiarkan mengumpulkan dan membersihkan dedaunan itu seperti biasanya.
Karena orang-orang pada penasaran dengan kelakuan nenek tersebut, maka salah seorang kyai diminta untuk menanyakan kepada si nenek tersebut mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.
Maka bertanyalah sang Kyai. Akan tetapi Perempuan tua itu hanya mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat :
Pertama : Hanya Kyai yang mendengarkan rahasianya.
Kedua : Rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
(Sekarang sang nenek telah meniggal dunia dan kita dapat mendengarkan rahasia tersebut)
Setelah sang Kyai berjanji, maka berkatalah si nenek :
"Saya ini perempuan bodoh, Pak Kyai." tuturnya.
"Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Yang saya tahu, saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat dan di akhirat tanpa mendapat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya mengucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Memberi syafaat kepada saya. Biarlah semua dedaunan itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepadanya." tambah nenek tua tersebut.
Sang kyai hanya mampu tertegun mendengarkan cerita nenek tersebut. Seakan tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.
Perempuan tua yang hanya dari sebuah kampung itu, tidak saja telah mengamalkan dan mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah SAW dalam bentuknya yang tulus. Ia juga telah menunjukkan sifat kerendahan hati (tawadhdhu’) di hadapan manusia, dan tadharru’ (kerendahan diri ke Hadirat Tuhannya), serta pengakuan akan keterbatasan amal dihadapan Allah SWT.
Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, yang amat luhur.
Ia sadar bahwa dia tidak dapat hanya mengandalkan amalannya untuk dapat selamat di Akhirat kelak.
Dia sangat bergantung pada Rahmat Allah SWT.
Dan siapa lagi yang menjadi rahmat di semesta alam ini selain Rasulullah SAW?
Sehingga syafaat dari Rasulullah itulah yang sangat dia harapkan.
Subhanallah,
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.
Kisah ini dituturkan oleh salah satu Kyai di Madura, Bapak D. Zawawi Imron (Dikenal juga sebagai Penyair yang banyak dekat dengan Ulama').
12 Oktober, 2012
Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??
Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)
1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar ATAS )
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan...
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain
11 Oktober, 2012
Kisah tukang becak dan waktu subuh
Seorang pengusaha muslim bernama Arifin sedang menginap di sebuah hotel berbintang di Yogyakarta. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.
Begitu keluar dari lobby hotel, Arifin pun meminta kepada tukang becak yang bernama Banin untuk mengantar keliling kota gudeg tersebut seraya menunggu waktu subuh tiba. Kira-kira belasan menit sudah Banin mengayuh pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu subuh akan tiba.
Lalu Banin pun dengan aksen jawa yang kental berkata baik-baik kepada penumpangnya, “Maaf ya pak, kalo boleh ya bapak saya pindahkan saja ke becak lain??”,
“Memangnya bapak mau kemana?”, jawab pengusaha itu
“Mohon maaf pak sebesar-besarnya, saya mau pergi ke masjid!” jawab Banin sambil memberhentikan becaknya.
Jujur saat itu Arifin kagum atas jawaban Banin sang tukang becak, namun ia penasaran mengapa Banin sedemikian kuat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid.
“Kenapa harus pergi ke masjid pak?” Tanya pengusaha itu sambil menghadap belakang.
Banin pun dengan polos menjawab, “Saya sudah sejak lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sangat disayangkan kan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh” jelasnya singkat.
Jawaban ini semakin membuat Arifin bertambah kagum. Namun ia belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang memancing goyahnya keimanan Banin.
“Pak, bagaimana kalau bapak tidak usah ke masjid saja..tapi temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp 500 ribu sebagai imbalannya!”
Dengan santun Banin menolak tawaran itu,
“Terima kasih atas tawaran bapak, tapi sepengetahuan saya bahwa shalat subuh itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!”
Ia terkejut dan begitu takjub atas ketaatan tukang becak tersebut. Bahkan ketika Arifin memberikan tawaran dua kali lipat, tetap saja ia menolak. Kekaguman pun membawa Arifin menyadari bahwa ada pelajaran besar yang sedang ia terima dari seorang guru kehidupan bernama Banin, berkedok tukang becak.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di salah satu masjid. Usai shAlat dan berdoa khusyuk. Pengusaha itu lalu berdiri dan menghampiri tubuh Banin. Ia jabat tangan lusuh tukang becak itu lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Banin belum mengerti apa maksud penumpang becaknya itu.
Dalam pelukan itu Arifin membisikkan kalimat ke telinga Banin, “Mohon bapak tidak menolak tawaran saya kali ini, dengan saya hormat. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Banin berhaji tahun ini ke Baitullah… ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini.
Subhanallah. … bagai kilat yang menyambar. Betapa hati Banin teramat kaget mendengar penuturan Arifin. Dengan bersyukur kepada Allah serta air mata mulai membasahi pipinya, kini Banin pun mengeratkan pelukan ke tubuh Arifin dan berkata, “Subhanallah walhamdulillah. … terima kasih ya Allah…. terima kasih pak.. !” Matanya berkaca-kaca
Ini keimanan tukang becak. Bagaimana dengan Kita?
07 Oktober, 2012
Jadilah Seoerti Pensil
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.
Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab,“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”, Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Pertama:
pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.
Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.
Kedua:
dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
Ketiga:
pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
Keempat:
bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
Kelima:
sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan… Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan.
Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.
03 Mei, 2012
MENIKMATI HIDUP
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"
Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari,
Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."
Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing,
hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."
Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka,
siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Pesan: Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.
E-Mail : ididarusman_78@yahoo.com
Phone : +6281586473078
Jadilah Guru bagi diri sendiri sebelum menjadi guru bagi orang lain
01 Mei, 2012
Renungan
under the title: UMUR
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)
Pukul rata manusia meninggal ± 65 th, beruntung yg diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa umurnya.
Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia?
Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun
Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus:
MATI-BALIGH= sisa USIA ?????..65-15= 50 tahun
Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ?
12 jam siang hari,,,,,,,,
12 jam malam hari
24 jam satuharisatumalam
Mari kita tela?ah bersama.
Waktu kita tidur ± 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan??
di bulatkan jadi 17 tahun
Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk
selamanya?
Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis
tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit ?TUMOR?
Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun
Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercanda, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah,
ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling?
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain??..
Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan
buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan??
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus plos/ Balance
Tidur??Ngelembur?Nganggur
Lalu kapan Ibadahnya?
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya,
karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi.
Maut datang menjemput tak pernah bersahut
Malaikat datang menuntut untuk merenggut
Manusia tak kuasa untuk berbicara
Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka?
Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal
nanti bekerja agar mudah mencari nafkah?
Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih,
banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang?..
jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ?
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?
Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.
Lalu kapan ibadahnya?
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup ?!
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka
pintu syurga???Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita !
Berapa sholat kita dalam 50 tahun ?
1x sholat = ± 10 menit ?..5x sholat ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt.
Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat????
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita?.itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..
Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama
50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu
cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang
selalu bergelimang dosa.
Logika dari logikanya:
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana.
Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat . Jangan di tunda-tunda lagi?
Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir !
Apakah kita siap menyambut malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?
E-Mail : ididarusman_78@yahoo.com
Phone : +6281586473078
Jadilah Guru bagi diri sendiri sebelum menjadi guru bagi orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)




