12 Oktober, 2012

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina) 1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar ATAS ) 2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya. 3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan... 4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti. 5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita. 6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita. 7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain

11 Oktober, 2012

Kisah tukang becak dan waktu subuh

Seorang pengusaha muslim bernama Arifin sedang menginap di sebuah hotel berbintang di Yogyakarta. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan. Begitu keluar dari lobby hotel, Arifin pun meminta kepada tukang becak yang bernama Banin untuk mengantar keliling kota gudeg tersebut seraya menunggu waktu subuh tiba. Kira-kira belasan menit sudah Banin mengayuh pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu subuh akan tiba. Lalu Banin pun dengan aksen jawa yang kental berkata baik-baik kepada penumpangnya, “Maaf ya pak, kalo boleh ya bapak saya pindahkan saja ke becak lain??”, “Memangnya bapak mau kemana?”, jawab pengusaha itu “Mohon maaf pak sebesar-besarnya, saya mau pergi ke masjid!” jawab Banin sambil memberhentikan becaknya. Jujur saat itu Arifin kagum atas jawaban Banin sang tukang becak, namun ia penasaran mengapa Banin sedemikian kuat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid. “Kenapa harus pergi ke masjid pak?” Tanya pengusaha itu sambil menghadap belakang. Banin pun dengan polos menjawab, “Saya sudah sejak lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh. Sangat disayangkan kan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh” jelasnya singkat. Jawaban ini semakin membuat Arifin bertambah kagum. Namun ia belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang memancing goyahnya keimanan Banin. “Pak, bagaimana kalau bapak tidak usah ke masjid saja..tapi temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp 500 ribu sebagai imbalannya!” Dengan santun Banin menolak tawaran itu, “Terima kasih atas tawaran bapak, tapi sepengetahuan saya bahwa shalat subuh itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!” Ia terkejut dan begitu takjub atas ketaatan tukang becak tersebut. Bahkan ketika Arifin memberikan tawaran dua kali lipat, tetap saja ia menolak. Kekaguman pun membawa Arifin menyadari bahwa ada pelajaran besar yang sedang ia terima dari seorang guru kehidupan bernama Banin, berkedok tukang becak. Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di salah satu masjid. Usai shAlat dan berdoa khusyuk. Pengusaha itu lalu berdiri dan menghampiri tubuh Banin. Ia jabat tangan lusuh tukang becak itu lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Banin belum mengerti apa maksud penumpang becaknya itu. Dalam pelukan itu Arifin membisikkan kalimat ke telinga Banin, “Mohon bapak tidak menolak tawaran saya kali ini, dengan saya hormat. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Banin berhaji tahun ini ke Baitullah… ., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini. Subhanallah. … bagai kilat yang menyambar. Betapa hati Banin teramat kaget mendengar penuturan Arifin. Dengan bersyukur kepada Allah serta air mata mulai membasahi pipinya, kini Banin pun mengeratkan pelukan ke tubuh Arifin dan berkata, “Subhanallah walhamdulillah. … terima kasih ya Allah…. terima kasih pak.. !” Matanya berkaca-kaca Ini keimanan tukang becak. Bagaimana dengan Kita?

07 Oktober, 2012

Jadilah Seoerti Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab,“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”, Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. Pertama: pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”. Kedua: dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”. Ketiga: pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”. Keempat: bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”. Kelima: sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan… Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.